RSS

Media Kultivasi

21 Mar

Ilmuwan hanya mampu mengkultur 10% mikroba dari lingkungan alaminya. Beberapa hal yang menghambat kultivasi mikroba adalah kondisi lingkungan yang sangat spesifik dan tidak dapat dipenuhi oleh kondisi laboratorium, seperti kadar oksigen 4—6%. Tujuan kultivikasi mikroba adalah menumbuhkan mikroba di luar lingkungan alaminya, sehingga mudah dipelajari.

Properti Dasar Media

Media untuk kultivasi mikroba dapat berbentuk cair (broth) maupun padat (agar). Kultur cair sangat bermanfaat untuk menumbuhkan mikroba dalam jumlah besar di lingkungan homogen. Media padat sangat bermanfaat untuk isolasi kultur murni, perhitungan mikroba, dan seleksi galur yang diinginkan. Media padat berisi substabsi yang memadat ketika didinginkan pada suhu kamar. Substansi pemadat yang umum digunakan adalah agar.

Agar adalah ekstrak alga merah dan merupakan rantai panjang polisakarida. Sebagian besar mikroba tidak dapat mendegradasi agar, sehingga tetap stabil dan bertahan lama. Agar mencair pada suhu 100c dan memadat pada suhu 45C. Pemakaian agar menjadi tidak berguna ketika untuk mengkultivasi mikroba termofil ekstrim. Hal ini karena suhu optimal pertumbuhan mikroba tersebut di atas 50C, sehingga agar tetap mencair.

Setiap mikroba memiliki kebutuhan akan nutrien masing-masing. Untuk dapat mengkultivasi Sianobakteri seperti Oscillatoria (fotoautotrofik litotrof) hanya membutuhkan media sederhana (Tabel 6.5). Hal ini karena Oscillatoria mampu menyintesis senyawa organik dari senyawa anorganik dari media kultivasi. Selama kultivasi harus tersedia cahaya dan suhu pertumbuhan diatur. Oksigen atmosferik tidak dipersoalkan, karena selama kultivasi Oscillatoria menghasilkan oksigen. Media pertumbuhan untuk mikroba lainnya dapat dilihat di Tabel 6.6.

Tabel 6.5 Media untuk Sianobakteri

Komponen Jumlah (g/L) Fungsi
MgSO47H2O

CaCl22H2O

NaCl

K2HPO4

NaCO3

Ferric ammonium citrate*

micronutrients mix **

Na2EDTA2H2O*

 

Citric acid*

0.075

0.036

1.000

0.030

0.020

0.006

 

1 ml

 

0.001

 

0.006

Sumber magnesium dan sulfur

Sumber kalsium

Sumber natrium

Sumber kalium dan fosfat

Sumber karbon

Sumber besi

 

Sumber mikronutrien

 

Agen kelating untuk mencegah reaksi mineral selama sterilisasi

Agen kelating untuk mencegah reaksi mineral selama sterilisasi

* Merupakan senyawa organik tetapi tidak mencukupi sebagai sumber karbon karena terlalu sedikit

** Terdiri dari H3BO3, MnCl24H2O, ZnSO47H2O, NaMoO42H2O, CuSO45H2O, dan Co(NO3) 26H2O

 

Tabel 6.6 Komposisi media untuk kultivasi beberapa mikroba

Rhodobacter sphaeroides Nitrosomonas Pseudomonas
Komponen Jumlah (g/L) Komponen Jumlah (g/L) Komponen Jumlah (g/L)
K2HPO43H2O

(NH4)2SO4

Succinic acid

Glutamic acid

Aspartic acid

NaCl

Nitriloacetic acid

MgSO47H2O

CaCl22H2O

FeSO47H2O

Trace elements solution

Vitamin solution

1% Ammonium molybdate

4.44

0.50

4.00

0.10

0.04

0.50

0.20

0.30

0.033

0.002

0.10 ml

0.10 ml

0.02 ml

(NH4)2SO4

MgSO47H2O

CaCl22H2O

KH2PO4

Fe-EDTA

Phenol red

0.50

0.04

0.04

0.20

0.0005

0.0001

Succinic acid

Na2HPO412H2O

KH2PO4

NH4Cl

MgSO47H2O

CaCl26H2O

FeCl36H2O

Agar

5.0

6.0

2.4

1.0

0.5

0.01

0.01

15.0

Jenis Media

Terdapat berbagai jenis media untuk kultivasi mikroba. Media kultivasi dibedakan menjadi 2 kelompok besar yaitu media sintetik terdefinisi (chemical defined media) dan media kompleks (complex media). Media sintetik terdefinisi adalah media dari bahan sintetik dengan komposisi dan kadar yang terdefinisi jelas. Media kompleks adalah media yang mengandung bahan alami dengan komposisi dan kadar yang tidak terdefinisi. Contoh media sintetik terdefinisi adalah media kultivasi Pseudomonas (Tabel 6.6), sedangkan contoh media kompleks adalah media bismuth sulfida agar untuk Salmonella sp. (Tabel 6.7)

Tabel 6.7 Media bismuth sulfifa agar (BSA)

Komponen Jumlah (g/L) Fungsi
Beef extract

 

Peptone

 

Glucose

Na2HPO412H2O

FeSO47H2O

 

Bismuth Sulfite Indicator

Brilliant Green

Agar

5.0

 

6.0

 

5.0

4.0

0.3

 

8.0

0.025

20.0

Sumber asam amino, nukleotida, vitamin dan mikronutrien, juga sumber karbon

Sumber asam amino, nukleotida, vitamin dan mikronutrien, juga sumber karbon

Sumber karbon dan energi

Sumber fosfat dan sebagai buffer pH

Indikator produksi H2S. Sumber besi dan sulfur

Penghambat bakteri gram positif

Penghambat bakteri gram positif

Agen pemadat

 

Media minimal (minimal media) adalah media yang berisi sejumlah nutrien minimal bagi pertumbuhan mikroba. Media minimal termasuk media sintetik terdefinisi. Media minimal diperlukan untuk mempelajari kebutuhan akan nutrisi dan analisis genetik. Media kultivasi Nitrosomonas dan Psuedomonas (Tabel 6.6) termasuk media minimal.

Media kaya (rich media) adalah media dengan komposisi nutrien berlimpah (biasanya dari ekstrak) dan untuk pertumbuhan berbagai jenis mikroba. Kultivasi mikroba patogen biasanya dan analisis genetik menggunakan media kaya. Contoh media kaya dan sering dipakai untuk analisis genetik adalah media Luria Bertani (LB) yang terdiri 10 g/L tripton, 5 g/L ekstrak khamir, dan 10 g/L NaCl.

Media dapat digunakan untuk mengelompokan atau membedakan mikroba. Media selektif (selective media) adalah media formulasi untuk menghambat pertumbuhan mikroba tertentu dan menumbuhkan mikroba yang diinginkan. Media selektif pada dasarnya adalah media untuk mikroba yang diinginkan ditambah faktor penghambat untuk mikroba lain yang dapat hidup di media sama. Media selektif bermanfaat untuk menyeleksi mikroba tertentu (khususnya galur tertentu). Media MacConkey agar (Tabel 6.8) adalah contoh media selektif. Bile salt dan cristal violet merupakan agen penghambat pertumbuhan bakteri gram positif.

Tabel 6.8 Media MacConkey agar

Komponen Jumlah (g/L) Fungsi
Proteose Peptone

 

Lactose

NaCl

Bile Salts

Crystal Violet

Neutral red

Agar

3.0

 

10.0

5.0

1.5

0.001

0.03

13.5

Sember peptida, karbon, energi, mikro dan makronutrien

Sumber karbon dan energi

Kesetimbangan osmotik

Agen penyeleksi

Agen penyeleksi

Indikator pH

Agen pemadat

 

Media diperkaya (enrichment media) adalah media kaya untuk mikroba tertentu. Media diperkaya menyediakan nutrien bagi pertumbuhan mikroba tertentu dan agen penyeleksi untuk menghambat pertumbuhan mikroba yang tidak diinginkan. Jadi media diperkaya adalah media selektif yang diperkaya. Contoh media diperkaya adalah media bebas nitrogen untuk isolasi bakteri penambat nitrogen dan media 2,4-D untuk isolasi bakteri pengonsumsi herbisida 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (Tabel 6.9).

Tabel 6.9 Dua media diperkaya

Media Bebas Nitrogen Media 2,4-D
Komponen Jumlah (g/L) Komponen Jumlah (g/L)
Glucose

CaCO3

KH2PO4

MgSO47H2O

FeSO47H2O

NaCl

Na2Mo42H2O

Agar

10.0

1.0

1.0

0.2

0.3

0.2

0.005

15.0

2,4-dichlorophenoxyacetic acid

K2HPO43H2O

NaH2PO4H2O

MgSO47H2O

Nitrilotriacetic acid

NH4Cl

FeSO47H2O

MnSO4H2O

ZnSO47H2O

CoSO4

0.1

 

4.2

1.0

0.2

0.1 ml

2.0

0.012

0.003

0.003

0.001

 

Media diferensial (differential media) adalah media yang tidak mengandung agen penghambat, tetapi mengandung agen pembeda penambakan dua kelompok mikroba berbeda. Media laktosa yang mengandung bromcresol blue yang mampu membedakan penampakan koloni bakteri pemfermentasi laktosa. Media di sekitar bakteri yang mampu memfermentasi laktosa akan berubah warna menjadi kuning. Sebaliknya media di sekitar bakteri tak mampu memfermentasi laktosa tetap berwarna ungu. Kedua jenis bakteri tersebut mampu tumbuh di media laktosa. Selain bromcresol blue media laktosa terdiri atas pepton, beef extract, dan laktosa.

Media harus disterilisasi sebelum digunakan untuk kultivasi dan isolasi mikroba. Sterilisasi yang umum untuk media adalah dengan autoklaf. Namun untuk komponen nutrien yang tidak tahan panas seperti vitamin, antibiotik, dan beberapa asam amino dilakukan filtrasi terpisah dari media pokok. Vitamin dan antibiotik dimasukkan secara aseptis ke media pokok setelah media mendingin dan masih cair.

 

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada Maret 21, 2011 in Food Science

 

Tag: , , ,

One response to “Media Kultivasi

  1. Agung Wijayanto

    September 21, 2011 at 11:48 am

    maaf mas saya mau bertanya?
    apakah nitrosomonas bisa di kultur dengan TSA agar ???
    agar apa saja yang cocok untuk bakteri nitrosomonas???
    terima kasih ^_^

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: